Rabu, 29 Juli 2015

ILMU BUDAYA DASAR BAB 1

 ILMU BUDAYA DASAR

A. Latar Belakang Masalah.

     Dilihat dari segi kebudayaan , pembangunan tidak lain adalah usaha sadar sadar untuk menciptakan kondisi hidup manusia yg lebih baik . Menciptakan lingkungan hidup yg lebih serasi . Menciptakan kemudahan atau fasilitas agar kehidupan itu lebih nikmat . Pembangunan adalah suatu intervensi manusia terhadap alam lingkungannya , baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial budaya .
     Pembangunan membawa perubahan dalam diri manusia , masyarakat dan lingkungan sekitarnya/budayanya .Budaya dalam hal ini berperan penting dalam pembangunan suatu bangsa karena membangun watak dan kepribadiannya yg lebih serasi dengan tantangan zamannya .

ada tiga masalah yg berkaitan pada masa kini :

1. Suatu kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari suku bangsa serta latar belakang sosio-budaya yg berbeda.Oleh karena itu , diperlukan sikap yg mampu mengatasi ikatan-ikatan primordial (kesukuan ,kedaerahan).
2. Pembangunan telah membawa perubahan dalam masyrakat terjadi pergeseran sistem nilai budaya , menimbulkan mobilitas sosial ,
3. Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi massa dan transportasi yg membawa pengaruh terhadap intensitas kontak budaya antar suku mauppun dengan kebudayaan dari luar .

    Untuk itulah , kepada lulusan Perguruan Tinggi perlu dibekali pengetahuan yg dapat mengembangkan kepribadiannya dan agar memiliki sikap hidup yg halus dan terbuka .

B. IBD sebagai komponen Mata Kuliah Dasaar Umum
         Mengapa IBD sebagai MKDU yang pada akhirnya menghasilkan warga negara sarjana yg berkualifikasi sbg berikut :

1. Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencermikan pengalaman nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yg tinggi , yg mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2. Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa mksdnya memiliki ras tenggang ras antar pemeluknya .
3.Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam meyikapi permasalah kehidupan baik sosial , ekonomi ,politik, kebudayaan ,maupun pertahanan keamanan .

C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar .
   Istilah IBD dikembangkan di Indonesia.sebagai pengganti Humanitiesm / The Humanities yg artinya manusia , berbudaya dan halus .
   Jadi , Ilmu Budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengertian umum tentang konsep -konsep yg dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan .

* Menurut Prof . Dr . Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi 3 besar . NAH !! ?? Dimana letak IBD mari kita perjelas satu per satu :

1. Ilmu - ilmu alamiah ( natural science ).
   Bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yg terdapat dalam alam semesta . Yang termasuk kelompok ilmu -ilmu alamiah : fisika , kimia , astronomi , dll

2. Ilmu -ilmu sosial(social science)
   Ilmu -ilmu yg bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yg terdapat dalam hubungan -hubungan manusia .Yang termasuk kelompok ilmu - ilmu sosial : sosoiologi , politik , demografi ,psikologi , dll

3. Pengetahuan Budaya (the humanities )
     Untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yg bersifat manusiawi . Contoh ilmu didalamnya : IBD.


D. Tujuan IBD
        Berdasar dari pengertian ataupun latar belakang diatas tujuan mata kuliah IBD adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran , khusus nya berkenaan dengan kebudayaan , agar daya tangkap ,persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus .

E. Ruang lingkup IBD
     Berikut ruang lingkup IBD :
1. Hakekat manusia yg satu atau universal ,akan tetapi yg beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat .Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam , sosial dan budaya , manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan ,akan tetapi juga ketidak seragaman yg diungkapkan secara tidak seragam ,sebagaimana yg terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan ,pikiran dan perasaan ,tingkah laku dan hasil kelakuannya.
2. Berbagai aspek kehidupan yg seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yg dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities),baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya ,maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya .

      Rumusan masalah -masalah diatas yg akan dikaji dalam IBD diformulasikan kedalam suatu tema ,yaitu manusia sbg mahluk budaya .Tema ini dikembangkan lebih lanjut menjdai 8 pokok bahasan dan sub pokok bahasan ,yaitu :

1. Manusia dan cinta kasih :


  • kasih sayang
  • kemesraan
  • pemujaan
2. Manusia dan keindahan :


  • renungan
  • kehalusan
  • keserasian
3. Manusia dan penderitaan :


  • rasa sakit
  • kesyahidan
  • siksaan
  • kesengsaraan
  • neraka
4. Manusia dan keadilan :


  • kejujuran
  • pemulihan nama baik
  • pembalasan

5. Manusia dan pandangan hidup


  • cita-cita
  • kebajikan
6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian :


  • kesadaran
  • pengorbanan
7. Manusia dna kegelisahan :
  • keterasingan
  • kesepian
  • ketidakpastian
8. Manusia dan harapan
  • kepercayaan
  • harapan.


IBD sebagai salah satu MKDU

A. Pengertian Ilmu Budaya Dasar .

   Istilah IBD dikembangkan di Indonesia.sebagai pengganti Humanitiesm / The Humanities yg artinya manusia , berbudaya dan halus .
   Jadi , Ilmu Budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengertian umum tentang konsep -konsep yg dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan .

* Menurut Prof . Dr . Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi 3 besar . NAH !! ?? Dimana letak IBD mari kita perjelas satu per satu :

1. Ilmu - ilmu alamiah ( natural science ).
   Bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yg terdapat dalam alam semesta . Yang termasuk kelompok ilmu -ilmu alamiah : fisika , kimia , astronomi , dll

2. Ilmu -ilmu sosial(social science)
   Ilmu -ilmu yg bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yg terdapat dalam hubungan -hubungan manusia .Yang termasuk kelompok ilmu - ilmu sosial : sosoiologi , politik , demografi ,psikologi , dll

3. Pengetahuan Budaya (the humanities )
     Untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yg bersifat manusiawi . Contoh ilmu didalamnya : IBD.


B. Tujuan IBD
        Berdasar dari pengertian ataupun latar belakang diatas tujuan mata kuliah IBD adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran , khusus nya berkenaan dengan kebudayaan , agar daya tangkap ,persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus.

C. Ilmu pengetahuan sosial /social studies

      Merupakan pengetahuan yang mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat .

* Perbedaan IBD Dan IPS :

1. IBD diberikan pada tingkat perguruan tinggi sedangkan IPS diberikan pada tingkat pendidikan dasar serta tingkat pendidikan lanjutan pertama sampai menengah atas.
2. IBD merupakan matakuliah tunggal artinya tifak memiliki kelompok mata pelajaran sedangkan IPS adalah kelompok dari sejumlah mata pelajaran : sosiologi ,ekonomi ,geografi ,sejarah ,dll.
3. IBD bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan ,sedangkan IPS bertujuan untuk pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual .


* Persamaan IBD Dan IPS :
1. Merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan atau pengajaran .
2. Bukan merupakan disiplin ilmu yg berdiri sendiri.
3. Mempunyai materi yg terdiri dari kenyataan sosial dan permasalahan sosial .

D. Golongan bahan pelajaran IPS :
1. Kenyataan -kenyataan sosial yg ada dalam masyarakat yg secara bersama -sama merupakan masalah sosial tertentu.
2. Konsep -konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pd konsep dasar /elementer saja yg sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial dibahas dalam IPS .
3. Masalah-masalah sosial yg timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan -kenyataan sosial antara yg sati dengan yg lainnya saling berkaitan .

 


Source by : http://sachikapanda.blogspot.com/2015/04/ilmu-budaya-dasar.html

Selasa, 14 April 2015

ILMU BUDAYA DASAR BAB 3



ILMU BUDAYA DASAR
3.   Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

A.   Pendekataan Kesusastraan

Pengertian Sastra & Seni
Secara etimologis kata sastra berasal dari bahasa sansekerta, dibentuk dari akar kata “sas” yang berarti mengarahkan, mengajar dan memberi petunjuk. Akhiran ”tra” yang berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk. Secara harfiah kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan. Kata sastra ini kemudian diberi imbuhan “su” (dari bahasa Jawa) yang berarti baik atau indah, yakni baik isinya dan indah bahasanya. Selanjutnya, kata susastra diberi imbuhan gabungan ke”an” sehingga menjadi “kesusastraan” yang berarti nilai hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah bahasanya. Selain pengertian istilah atau kata sastra di atas, dapat juga dikemukakan batasan / defenisi dalam berbagai konteks pernyataan yang berbeda satu sama lain. Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa sastra itu bukan hanya sekedar istilah yang menyebut fenomena yang sederhana dan gampang. Sastra merupakan istilah yang mempunyai arti luas, meliputi sejumlah kegiatan yang berbeda-beda. Kita dapat berbicara secara umum, misalnya berdasarkan aktivitas manusia yang tanpa mempertimbangkan budaya suku maupun bangsa. Sastra dipandang sebagai suatu yang dihasilkan dan dinikmati. Orang-orang tertentu di masyarakat dapat menghasilkan sastra. Sedang orang lain dalam jumlah yang besar menikmati sastra itu dengan cara mendengar atau membacanya.
Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.
Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.
Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.


Peranan Sastra
Prosa, puisi, lakon, skenario, skripsi, risalah ilmiah, esei, kolom, berita, surat, proposal, catatan harian, laporan, pandangan mata, pidato, ceramah, transkripsi percakapan, wawancara, iklam, propaganda, doa dan sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena mempergunakan bahasa.
Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan mengembangkan dirinya. Dengan cakupan yang begitu dahsyat, sastra tidak mungkin tidak berguna. Demikianlah mahasiswa yang sedang menekuni berbagai jurusan, akan selalu, suka tak suka berhubungan dengan sastra.
Bagaimana dengan puisi dan prosa yang merupakan bagian dari kesusastraan (baca: sastra yang indah). Apakah puisi dan prosa juga berguna bagi semua mahasiswa, sehingga bukan saja jurusan bahasa dan sastra tapi juga jurusan sosial, ekonomi dan eksakta berkepentingan mengkaji sastra? Apa seorang yang ingin menjadi insinyur, dokter, diplomat, pengusaha, perwira, pemimpin politik, ahli hukum, negarawan dan ulama, perlu membaca sastra?
Di tahun 60-an, pelajaran kesusastraan masih diajarkan di SMA di semua bagian A,B dan C (budaya, eksakta dan ekonomi). Tetapi posisinya memang hanya sebagai pendukung pelajaran Bahasa Indonesia. Tak jarang jam pelajaran kesusastraan dikanibal oleh pelajaran bahasa.
Hal tersebut dimungkinkan, karena pelajaran kesusastraan tak lebih dari hapalan bentuk-bentuk kesusastraan, riwayat hidup pengarang, judul karya dan sinopsis buku-buku wajib baca. Tak pernah ditelusuri secara mendalam (gurunya tak ada yang terdidik ke arah itu) hakekat kesusastraan itu kaitannya dengan berbagai pemikiran yang ada dalam kehidupan. Jadinya pelajaran kesusastraan – lebih popular disebut pelajaran sastra saja – hanya jadi pelajaran tak berguna. Dihapus juga tidak ada akibatnya.
Kesusastraan (prosa dan puisi) sesungguhnya terkait dengan seluruh aspek kehidupan. Hanya saja karena pemaparannya menempuh lajur rekaan imajinasi, sehingga nampak semu. Tapi dalam kesemuannya itu, sastra merefleksikan fenomena hidup beragam dengan mendalam, mengikuti cipta-rasa-karsa penulisnya.
Untuk itu memang diperlukan kesiapan: apresiasi, interpretasi dan analisis, sehingga dunia rekaan di dalam sastra jelas kaitannya dengan seluruh aspek kehidupan. Kritik sebagai perangkat penting yang sesungguhnya berfungsi menunjukkan arti kehadiran sastra, kebetulan sangat parah di Indonesia, sehingga kehadiran sastra semakin tenggelam hanya sebagai hiburan.
Sastra memang memiliki potensi yang hebat untuk menghibur. Dan karenanya sebagai barang komoditi nilainya tinggi. Kaitannya dengan bisnis dan industri juga meyakinkan. Sebuah karya sastra dapat meledak, mengalami ulang cetak setiap tahun dengan oplag raksasa dalam berbagai bahasa.
Namun sastra tidak semata-mata kelangenan, tetapi juga dokumen perjalanan pemikiran yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah.

Hubungan Sastra & Seni dengan Ilmu Budaya Dasar
                   Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1. kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2. Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .

B.   Ilmu Budaya Dasary yang di Hubungkan dengan Prosa
Pengertian Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

Jenis-jenis Prosa:
1.Prosa naratif
2.Prosa deskriptif
3.Prosa eksposisi
4.Prosa argumentatif
5.Prosa Lama
6.Prosa Baru

5 Komponen dalam Prosa Lama
1.  Sejarah
Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama. Contoh : Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.
2. Kisah
Kisah, adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh : Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.
3. Dongeng
Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut :
*Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dan lain-lain.
*Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dan lain-lain.
*Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contoh : Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain-lain.
*Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain.
*Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh : Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain.
*Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor.
Contoh : Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain.
4. Cerita Berbingkai
Cerita berbingkai, adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-        pelakunya. Contoh : Seribu Satu Malam.

5 Komponen dalam Prosa Baru
1. Roman
Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. dugfiugs
Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
*Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
*Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
*Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
*Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
*Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.
2. Novel
Novel berasal dari Italia. yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.
3. Cerpen
Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.
4. Riwayat
Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.J Habibie, Ki Hajar Dewantara.
5. Resensi
Resensi adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

C.   Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi

Pengertian Fiksi
Istilah prosa fiksi atau cukup disebut karya fiksi, biasa juga diistilahkan dengan prosa cerita, prosa narasi, narasi atau cerita berplot. Jadi pengertian prosa fiksi ialah kisah atau cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeranan latar serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita . rumusan yang dipaparkan itu ialah rumusan dalam artian konvensional karena sebuah prosa fiksi seringkali justru anti cerita dan tidak berplot. Dalam bentuk prosa fiksi yang non konvensional itu, tujuan pengarang umumnya hanya ingin menampilkan gagasan secara aktual lewat karya prosa yang ditampilkannya. Untuk meahaminya, pembaca harus memilki bekal ilmu humanitas terutama psikologi dan filsafat.
Sebagi salah satu genre sastra, karya fiksi mengandung unsur-unsur meliputi:
1.      pengarang atau narator,
2.       isi penciptaan,
3.       media penyampai isi berupa bahasa,
4.       elemen-elemen fiksional atau unsur-unsur intrinsik yang membangun karya fiksi itu sendiri sehingga menjadi suatu wacana.
Pada sisi lain, dalam memaparkan isi tersebut, pengarang akan memaparkannya leawat:
1.      penjelasan atau komentar,
2.       dialog maupun monolog,
3.       lewat action
Karya fiksi lebih lanjut dapat dibedakan dalam berbagai macam bentuk baik itu roman, novel, novelet, maupun cerpen. Perbedaan berbagai macam bentuk dalam karya fiksi itu pada dasarnya hanya terletak pada kadar panjang pendeknya isi cerita, kompleksitas isi cerita, serta jumlah pelaku yang mendukung cerita itu sendiri. Akan tetapi, elemen-elemen yang dikandung oleh setiap bentuk karya fiksi maupun cara pengarang memaparkan isi ceritanya memiliki kesamaan meskipun dalam unsur-unsur tertentu mengandung perbedaan. Oleh sebab itulah, hasil telaah suatu roman, misalnya pemahaman ataupun keterampilan lewat telaah itu, dapat juga diterapkan baik dalam rangka menelaah novel maupun cerpen. 

Nilai-nilai yang ada dalam Prosa Fiksi
1.       Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
2.       Prosa fiksi memberikan infonnasi
Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih datipada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3.       Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4.       Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

2 Karya Sastra
Karya sastra dikenal dalam dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. Bentuk karya sastra fiksi adalah prosa, puisi, dan drama. Sedangkan contoh bentuk karya sastra nonfiksi adalah biografi, autobiografi, esai, dan kritik sastra. Menurut Suroto, roman terbentuk atas pengembangan seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.
                   Contoh Prosa Modern
Roman adalah cerita mengisahkan pelakunya dari kecil sampai mati mengungkapkan adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail atau menyeluruh, alur bercabang cabang, banyak digresi


D.   Ilmu Budaya Dasar yang di Hubungkan dengan Puisi
Pengertian Puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang unsur dari kebudayaan. puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, nyang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.

Kreativitas Penyiar dalam Membangun Puisinya
-         Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
-         Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
-         Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
-         Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
-         Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Alasan-alasan yang Menyadari Penyajian Puisi dalam Ilmu Budaya Dasar
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah :
-         Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
-         Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
-         Puisi dan keinsyafan sosial.


Contoh Puisi
Lagu Siul – Chairil Anwar
Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal di cerlang caya matamu
Heran! ini badan yang selama berjaga
Habis hangus di api matamu
‘Ku layak tidak tahu saja


                                -http://arashiihoshigakii.blogspot.com/2010/10/hubungan-antara-sastra-seni-dengan-ilmu.html
                                -http://smoeland.blogspot.com/2011/10/pengertian-sastra-dan-seni-peranan.html
                                -http://aromblog.blogspot.com/2010/04/nilai-nilai-dalam-prosa-fiksi.html
                                -http://www.jendelasastra.com/wawasan/artikel/prosa-fiksi-dan-pengertiannya
                                -http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_Sastra
                                -http://akiliblogspotc.blogspot.com/2011/10/contoh-contoh-prosa.html
                                -https://imazshare.wordpress.com/2012/04/17/ilmu-budaya-dasar-yang-dihubungkan-dengan-puisi/
                                -http://akiliblogspotc.blogspot.com/2011/10/contoh-contoh-prosa.html