Rabu, 01 November 2017

METODOLOGI IT AUDIT

Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit IT tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut :
1.Tahapan Perencanaan
Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.

2.Mengidentifikasikan reiko dan kendali
Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.

3.Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti
Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.

4.Mendokumentasikan
Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan audit
.
5.Menyusun laporan
Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.


Jenis audit pada Teknologi Informasi terbagi 2(dua), yaitu :

1.Audit around the computer, hanya memeriksa dari sisi user saja dan pada masukan dan keluaranya tanpa memeriksa lebih terhadap program atau sistemnya. Audit ini dilakukan pada saat:

  • Dokumen sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin),     artinya masih kasat mata dan dilihat secara visual.
  • Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah     ditemukan.
  • Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor   mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen sumber kepada     keluaran dan sebaliknya.

 Kelebihan dari Audit IT ini, yaitu:

  • Proses audit tidak memakan waktu lama karena hanya melakukan audit tidak secara mendalam.
  • Tidak harus mengetahui seluruh proses penanganan sistem.
  • Umumnya database mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual.
  • Tidak membuat auditor memahami sistem komputer lebih baik.
  • Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam sistem.
  • Lebih berkenaan dengan hal yang lalu daripada audit yang preventif.
  • Kemampuan komputer sebagai fasilitas penunjang audit tidak terpakai.
  • Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit.

2.Audit through the computer, dimana auditor selain memeriksa data masukan dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya atau yang disebut dengan white box, sehinga auditor merasakan sendiri langkah demi langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui sistem bagaimana sistem dijalankan pada proses tertentu. Audit ini dilakukan pada saat:

  • Sistem aplikasi komputer memproses input yang cukup besar dan menghasilkan output yang cukup besar pula, sehingga memperluas audit untuk meneliti keabsahannya.
  • Bagian penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam komputerisasi yang digunakan.

Kelebihan dari Audit IT ini, yaitu:

  • Dapat meningkatkan kekuatan pengujian system aplikasi secara efektif.
  • Dapat memeriksa secara langsung logika pemprosesan dan system aplikasi.
  • Kemampuan system dapat menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akan dating.
  • Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap system computer.
  •  Auditor merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.

Manfaat Audit IT :

  • Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
  • Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
  • Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
  • Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.

Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review) :

  • Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
  • Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
  • Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
  • Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai  dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
  • Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
  • Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi  dan saran tindak lanjutnya.


PENTINGNYA AUDIT TI.

Hal tersebut dilakukan karena pada saat ini teknologi semakin berkembang, sehingga dapat memudahkan penggunanya untuk melakukan segala aktifitas. Salah satunya adalah melakukan Audit SI. Karena dengan menggunakan teknologi komputerisasi data yang diolah akan menjadi lebih baik lagi hasilnya. Beberapa alasan mengapa Audit SI penting untuk dilakukan adalah sebagai berikut :

1.Kerugian akibat kehilangan data
Informasi berasal dari suatu data yang diolah dan memiliki manfa’at bagi penggunanya. Oleh karena itu, data adalah suatu aset yang penting bagi suatu perusahaan atau organisasi. Informasi dari suatu data akan menjadi gambaran dari kondisi di masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Jika informasi dari data tersebut hilang, maka akan menyebabkan suatu kesalahan yang fatal.

2.Kesalahan dalam pengambilan keputusan
Saat ini masih banyak instansi yang menggunakan perangkat lunak dalam mengambil keputusan. Namun, resiko yang ditimbulkan bisa saja bukan lagi membahayakan sistem, tetapi juga dapat membahayakan nyawa seseorang seperti dalam penggunaan DSS (Sistem Penunjang Keputusan) dalam bidang kedokteran. Tingkat akurasi dan pentingnya suatu data tergantung kepada jenis keputusan yang akan diambil.

3.Kerugian yang disebabkan oleh kesalahan pemrosesan komputer
Banyak organisasi atau perusahaan yang telah menggunakan komputer sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka. Mulai dari hal yang sederhana, pernghitungan bunga dalam jumlah besar, dan juga navigasi pesawat terbang atau peluru kendali. Kerugian tersebut dapat pula berupa kebocoran data dan dapat menimbulkan dampak yang akan merugikan bagi suatu perusahaan atau organisasi seperti kehilangan klien, pelanggan, perhitungan matematis yang sulit dipercaya, dan juga dapat menggangu kelangsungan hidup perusahaan.

4.Penggunaan komputer yang di salah gunakan
Tingginya tingkat penyalahgunaan komputer menjadi salah satu alasan mengapa audit sistem informasi diperlukan. Banyak sekali pihak yang tidak bertanggungjawab dapat melakukan kejahatan komputer seperti Hacker, Cracker dan Virus.

a) Hacker : Merupakan seseorang yang dengan sengaja masuk ke dalam suatu sistem tanpa izin. Mereka melakukan hal tersebut biasanya hanya untuk membuat dirinya sendiri atau kelompoknya bangga karena telah berhasil menembus sistem keamanan dari suatu perusahaan atau organisasi, tanpa ada maksud untuk merusak atau mengambil sesuatu atas apa yang telah dilakukan.

b) Cracker : Cracker memasuki suatu sistem yang memiliki tujuan untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya seperti mengubah, merusak, atau bahkan menghancurkan sistem tersebut.

c) Virus : Merupakan sebuah program komputer yang melekatkan diri dan menjalankan dirinya sendiri pada suatu data. Virus meriplikasi dirinya sendiri secara aktif dan mengganggu atau merusak suatu sistem operasi, data, dan bahkan mengacaukan sistem.

Kejahatan komputer juga dapat dilakukan oleh karyawan yang merasa tidak puas dengan kebijaksanaan perusahaan, baik yang masih bekerja, sudah berhenti, keluar, diberhentikan dari perusahaan tersebut dan bahkan yang pindah bekerja ke perusahaan lain. Dan hal tersebut dilakukan untuk memperoleh keuntungan atau manfaat dalam bersaing. Oleh karena itu audit sangat diperlukan dan terdapat dua hal utama yang harus diperhatikan pada saat melakukan audit atau pemrosesan data elektronik seperti pengumpulan bukti dan evaluasi bukti.

5. Kesalahan pada proses perhitungan
Sistem Informasi sering digunakan untuk melakukan proses menghitung yang rumit karena memiliki kemampuan untuk mengolah data secara tepat dan akurat, namun juga menimbulkan resiko kesalahan. Tanpa adanya pengembangan sistem yang baik, tentu saja dapat terjadi kesalahan menghitung dan yang lebih buruk adalah sistem yang baru yang sudah dibuat akan sulit di deteksi tanpa ada proses audit yang dilakukan.

6. Nilai investasi yang tinggi untuk perangkat keras dan perangkat lunak komputer
Investasi yang dikeluarkan suatu perusahaan tentu sangat besar dan sulit untuk mengukur manfaat yang dapat diberikan oleh suatu sistem atau teknologi informasi.


MANFAAT AUDIT TI

A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review):

  • Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
  • Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
  • Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.


B. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review):

  • Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
  • Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
  • Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
  • Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
  • Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
  • Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.


SUMBER :
http://demirantiwijaya.blogspot.co.id/2015/05/metodologi-it-audit.html
https://empi378.wordpress.com/2013/02/10/pentingnya-dilakukan-audit-sistem-informasi/
http://pabloexcel.blogspot.co.id/2010/07/manfaat-it-audit-dan-forensics.html

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI

PENGERTIAN AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI

Audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.


SEJARAH AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI

Audit IT yang pada awalnya lebih dikenal sebagai EDP Audit (Electronic Data Processing) telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan Audit IT ini didorong oleh kemajuan teknologi dalam sistem keuangan, meningkatnya kebutuhan akan kontrol IT, dan pengaruh dari komputer itu sendiri untuk menyelesaikan tugas penting. Pemanfaatan teknologi komputer ke dalam sistem keuangan telah mengubah cara kerja sistem keuangan, yaitu dalam penyimpanan data, pengambilan kembali data, dan pengendalian. Sistem keuangan pertama yang menggunakan teknologi komputer muncul pertama kali tahun 1954. Selama periode 1954 sampai dengan 1960-an profesi audit masih menggunakan komputer. Pada pertengahan 1960-an terjadi perubahan pada mesin komputer, dari mainframe menjadi komputer yang lebih kecil dan murah. Pada tahun 1968, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ikut mendukung pengembangan EDP auditing. Sekitar periode ini pula para auditor bersama-sama mendirikan Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA). Tujuan lembaga ini adalah untuk membuat suatu tuntunan, prosedur, dan standar bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). Tahun 1994, EDPAA mengubah namanya menjadi Information System Audit (ISACA). Selama periode akhir 1960-an sampai saat ini teknologi TI telah berubah dengan cepat dari mikrokomputer dan jaringan ke internet. Pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut ikut pula menentukan perubahan pada audit IT.


JENIS-JENIS AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI

Sistem dan aplikasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.

Fasilitas pemrosesan informasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.

Pengembangan sistem
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.

Arsitektur perusahaan dan manajemen TI
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.

Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.


KESIMPULAN

Istilah audit sistem informasi digunakan secara umum untuk menggambarkan dua jenis aktivitas yang berbeda yang terkait dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah ini adalah untuk menggambarkan proses pengkajian ulang dan pengevaluasian pengendalian internal dalam sistem pemrosesan data eektronik. Jenis kegiatan ini digambarkan sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan umum lainnya adalah untuk menggambarkan penggunaan komputer oleh seorang auditor untuk melakukan beberapa pekerjaan audit yang biasanya akan dikerjakan secara manual. Jenis aktivitas ini digambarkan sebagai auditing dengan komputer.

Teknologi audit sistem informasi telah berkembang seiring perkembangan sistem komputer. Namun demikian, tidak terdapat teknologi auditing secara keseluruhan. Sebaliknya, terdapat beberapa teknologi yang dapat digunakan dengan cukup baik untuk mencapai tujuan audit. Tekologi yang didiskusikan dalam bab ini antara lain adalah data pengujian, fasilitas uji terintegrasi (ITF), simulasi paralel, dan perangkat lunak audit secara umum. Teknologi-teknologi audit sistem informasi berbada satu sama lain, demikian juga keahlian teknis yang diperlukan untuk menggunakan teknologi-teknologi tersebut. Beberapa teknologi terkait erat dengan biaya yang cukup signifikan untuk diimplementasikan.

Pendekatan-pendekatan untuk sebuah audit sistem informasi mengikuti babarapa variasi sebuah struktur tiga-tahap. Tahap-tahap tersebut adalah kaji ulang dan evaluasi awal bidang yang akan diaudit, kaji ulang dan evaluasi terperinci, dan pengujian. Terdapat tiga jenis audit sistem informasi, yaitu audit sistem informasi, audit pengembangan sistem aplikasi, dan audit pusat layanan komputer.

SUMBER :
http://auditit50.blogspot.co.id/2012/11/kesimpulan.html
http://auditsi-imam.blogspot.co.id/2015/04/s.html

Selasa, 06 Juni 2017

ANIMASI FLIP BOTTLE CHALLENGE



Watch Here :  https://youtu.be/EIYp_p5PPNY


Blender adalah perangkat lunak sumber terbuka grafika komputer 3D. Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat film animasi, efek visual, model cetak 3D, aplikasi 3D interaktif dan permainan video. Blender memiliki beberapa fitur termasuk pemodelan 3D, penteksturan, penyunting gambar bitmap, penulangan, simulasi cairan dan asap, simulasi partikel, animasi, penyunting video, pemahat digital, dan rendering. 

Animasi yang saya buat adalah animasi karakter 3D yang sedang melakukan flip bottle challenge.

  Tool yang digunakan untuk membuat karakter 3D :
  • TAB key – Berfungsi untuk mengubah antara "edit mode" dan "object select mode"
  •  "A" key – Berfungsi untuk memilih semua vertices yang terdapat pada sebuah obyek
  • Number pad – Berfungsi untuk mengontrol view. "7" untuk "top", "1" untuk "front", "3" untuk "side", "0" untuk "camera", "5" untuk "perspective", ". Untuk memperbesar obyek yang telah dipilih, "+" dan "-" untuk memperbesar atau memperkecil.
  • Shift key – Berfungsi untuk memilih obyek lebih dari satu dengan cara menahan tombol Shift dan Klik kanan.
  • Mouse – Klik kiri berfungsi untuk mengubah, Klik kanan berfungsi untuk memilih, Klik tengah atau scroll berfungsi untuk memperbesar dan merotasi view.
  • Shift + "D" – Berfungsi untuk menduplikat sebuah obyek atau vertices.
  • "F" key – Berfungsi untuk membuat sebuah sisi pada "edit mode".
  • "E" key – Berfungsi untuk meng-extrude vertices yang telah dipilih didalam "edit mode".
  • "P" key – Berfungsi untuk memisahkan vertices yang dipilih menjadi sebuah obyek didalam "edit mode".
  • "X" atau Delete – Berfungsi untuk menghapus obyek, vertices, atau sisi.
  • Ctrl + "0" – Berfungsi untuk memilih sebuah camera.
Menggerakkan animasi ini menggunakan "RINGGING" 
    
       Rigging adalah pemberian struktur tulang pada objek 3 dimensi agar ke depannya objek 3 dimensi tersebut dapat digerakkan melalui tulang tersebut. Rigging merupakan hal yang penting untuk membuat suatu animasi. Sebuah ring karakter pada dasarnya adalah sebuah kerangka digital terikat mesh 3D. Seperti tengkorak yang nyata, ring terdiri dari sendi dan tulang, yang masing-masing bertindak sebagai "menangani" yang animator dapat digunakan untuk menekuk karakter tersebut ke dalam pose yang diinginkan.

kali ini pembuatan secara sederhana rigging dan animation :
1. Siapkan obejct yang ingin di tambahkan rigging
2. Setelah itu tekan shift + A, setelah itu pilih armateur >> single bone
3. Letakkan bone tersebut di tengah, kemudian tekan x-ray untuk menampilkan bone yang berada di tengah-tengah seperti pada sinar x.
4. Scale bone tersebut dengan menekan S dan gerakkan mouse untuk memperbesar ukurannya.
5. Setelah itu masuk kedalam edit mode dengan menekan tombol tab pada keyboard. Subdivide bone tersebut hingga menjadi 2 bagian dengan menekan tombol W.
6. Untuk bagian tangan dan kaki lakukan dengan bantuan ekstrude namun sebelum di ekstrude karena tangan dan kaki ada 2 bagian dan kita harus menghemat sedikit proses maka kita dapat menggunakan X-axis mirror, di gunakan untuk membuat sisi yang satunya sama persis dengan sisi yang lainnya caranya klik terlebih dahulu bagian yang ingin di ekstrude satu sisi saja.
7. Ceklis terlebih dahulu x-axis mirror lalu tekan shift+E.
8. Seleksi kubus kemudian seleksi armateur dan ubah menjadi pose mode,kemudian tekan A lalu klik ctrl+P dan pilih armeteur deform.


Dengan keputusan bersama warna karakter ini pun di ganti dengan kesepatan dari kelompok...


Untuk dapat menggerkan objecnya, harus dalam posisi pose mode.
Agar animasi dapat bergerak nantinya jangan lupa untuk merecord gerakan yang ingin di lakukan oleh karakter yang kita bikin.


Semoga bermanfaat....

Jumat, 21 April 2017

POSTER INSPIRED

Gambar Poster


Gambar diatas adalah poster yang telah saya buat untuk tugas softskill. Poster tersebut dibuat dengan menggunakan software Adobe Photoshop CS6. Poster diatas mengandung kalimat-kalimat inspiratif untuk menjalani hidup, yaitu bertuliskan: 

-"Inspired 2 inspire" dibaca Inspired to Inspire yang artinya: Terinpirasi untuk menginspirasi.
kalimat tersebut sangat pas karena poster biasanya dijadikan media sebagai untuk saling mengingatkan sesama manusia. jadi saya ingin menginspirasi karena saya sendiri juga terinpirasi dan untuk kalian yang membaca pun nantinya akan tergerak untuk menginspirasi tentu saja dalam hal positif.

-"you only live once." yang artinya: Kamu hanya hidup sekali.
ya, kita hanya hidup sekali di dunia ini. makanya kita harus memanfaatkan dengan tepat waktu yang kita punya untuk menjalani hidup lebih bermakna.

-"dare to dreams, and make it happen" yang artinya: Berani untuk bermimpi, dan mewujudkannya atau membuatnya menjadi kenyataan.
kita harus berani untuk bermimpi karena semua itu berawal dari mimpi. dan kita juga harus mewujudkannya, membuat mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan. dengan doa, usaha maksimal dan ketekunan bukan mustahil mimpi kita akan menjadi kenyataan.

poster diatas juga menggambarkan sebuah ikan didalam akuarium kecil bermimpi untuk berenang di lautan lepas yang tak mempunyai batas kaca disampingnya. Mungkin didalam pikiran kita berpikir "mana mungkin ikan akuarium bisa hidup di lautan". Ya, seperti itulah kita takut untuk bermimpi, kita takut untuk mewujudkan mimpi kita yang kita pikir itu tidak akan mungkin. tapi ketahuilah di dalam dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak, apapun itu ketika Allah SWT bilang jadilah, maka jadilah. 

dan pada akhirnya ikan tersebut berhasil memecahkan batas akuariumnya, zona nyaman nya, ia lebih memilih untuk bertaruh hidup didalam lautan lepas yang belum diketahui apa yang ada didalam lautan tersebut apakah kawanan ikan dan terumbu karang yang indah sedang menunggunya atau binatang buas yang siap menerkamnya. tapi setidaknya ikan tersebut berhasil naik level dalam hidupnya, ia berhasil mematahkan keraguan akan kemampuannya sendiri, ia berhasil mewujudkan mimpinya. walaupun jika nantinya ikan tersebut mati ditelan lautan luas yang dipenuhi binatang buas dan pemangsa lainnya tetapi ikan tersebut mati dengan bangga karena ia sudah mencoba bahkan mewujudkan mimpinya. seperti itulah hidup kita penuhpertaruhan  & pengorbanan, semustahil apapun mimpimu jangan takut, asal kamu benar-benar berusaha untuk mewujudkannya.

berikut adalah gambar-gambar serta penjelasan dalam pembuatan poster:





untuk tulisan saya menggunakan text tools, dan efek drop shadow dan saya memberi filter film grain pada keseluruhan gambar agar memberi kesan dramatik

Minggu, 26 Maret 2017

Karakter 3D 'BooNouka'

Karakter 3D yang saya buat adalah ‘BooNouka’ yang terbuat dari boneka kardus.


Alasan saya membuat ini terinspirasi boneka danbo jepang, perbedaanya adalah karakter saya buat menjadi seorang petani.
Kenapa namanya ‘BooNouka’ ? Karena terinspirasi dari boneka danbo dan bahasa jepang petani adalah Nouka. BooNouka adalah seorang petani yang ramah dan baik hati, dia hanya menyukai tudung saji yang berwarna merah putih karena seperti warna bendera Indonesia, BooNouka sangat cinta Indonesia.

Tampak Depan


Tampak Belakang


Tampak Samping




Tampak atas



  • TAB key : Digunakan untuk mengubah antara "edit mode" dan "object select mode"
  •  "A" key : Untuk memilih semua vertices yang terdapat pada sebuah obyek.
  • Number pad : Untuk mengontrol view. "7" untuk "top", "1" untuk "front", "3" untuk "side", "0" untuk "camera", "5" untuk "perspective", ". Untuk memperbesar obyek yang telah dipilih, "+" dan "-" untuk memperbesar atau memperkecil.
  • Shift key : Digunakan untuk memilih obyek lebih dari satu dengan cara menahan tombol Shift dan Klik kanan.
  • Mouse : Klik kiri berfungsi untuk mengubah, Klik kanan berfungsi untuk memilih, Klik tengah atau scroll berfungsi untuk memperbesar dan merotasi view.
  • Shift + "D" : Berfungsi untuk menduplikat sebuah obyek atau vertices.
  • "F" key : Berfungsi untuk membuat sebuah sisi pada "edit mode".
  • "E" key : Untuk meng-extrude vertices yang telah dipilih didalam "edit mode".
  • "P" key : Untuk memisahkan vertices yang dipilih menjadi sebuah obyek didalam "edit mode".
  • "X" atau Delete : Dipakai untuk menghapus obyek, vertices, atau sisi.
  • Ctrl + "0" : Berfungsi untuk memilih sebuah camera.

Senin, 21 November 2016

3KA22 : TUGAS 1 Peng. Tekn. Sistem Cerdas #

Nama : Rindy Rosandia
Npm/Kelas : 19114430/ 3KA22
Matakuliah : Pengantar Teknologi Sistem Cerdas #



PERANCANGAN  SISTEM  INFORMASI  REKAM  MEDIS PASIEN  PADA  RUMAH  SAKIT  DENGAN  MENGGUNAKAN RFID ( RADIO  FREQUENCY  IDENTIFICATION) BERDASARKAN  HASIL  REVIEW  DARI  RINDY  ROSANDIA

A. BIDANG YANG DIKEMBANGKAN
Bidang yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi yang bertujuan sebagai sistem pendataan pasien rumah sakit dan menciptakan sistem pelayanan pblik yang modern. Dengan menggunakan RFID bisa mengontrol data yang sudah terdaftar.

B. MASALAH
Rumah sakit adalah salah satu tempat pelayanan jasa di bidang
kesehatan yang membutuhkan pendataan yang sangat akurat dan efisien dalam
menangani pasien. Terkadang terjadinya malpraktek disebabkan oleh
pendataan pasien yang kurang lengkap. Karena itu rumah sakit dituntut untuk
dapat menciptakan sistem pelayanan publik yang dapat memberikan
kemudahan, seperti mengatur level pemakaian obat agar tidak keliru,
mengurangi kesalahan yang berhubungan dengan konfirmasi oral dan
pemasukan data manual terhadap data identitas pengobatan.
RFID (Radio Frequency Identification) adalah identifikasi berbasis
gelombang radio. Teknologi ini dapat mengidentifikasikan berbagai objek
secara simultan tanpa diperlukan kontak langsung. Dengan sistem ini membantu
verifikasi terpenuhinya 5 prinsip keamanan pengobatan : pasien, pengobatan, penginapan, dosis, waktu, dan jalur yang tepat.

C. SOLUSI
Sistem Rekam Medis pada Pasien ini bisa menjadi suatu media yang dapat memberitahu informasi kepada pasien agar tidak keliru mengatur level pemakaian obat dan mendata identitas pengobatan karna sudah terdata dalam sistem rekam medis. Aplikasi ini menggunakan metode kepastian yang memberikan kepercayaan terhadap pasien.

D. EVALUASI
Mengapa saya tertarik dengan pembahasan ini karena, berdasarkan analisis dan perancangan teknologi RFID digunakan pada sistem informasi rekam medis pasien, sebagai sistem pelayanan informasi berupa identitas pasien. Dalam sistem ini digunakan RFID Reader ID-12, dirancang dan dibangun untuk sistem RFID dan media komunikasi serial untuk mengirimkan informasi data ID number pasien dari ruangan ke bagian PC monitoring. Pembangunan software sistem infomasi menggunakan bahasa pemograman JAVA dan MySQL untuk database. Hasil pengujian dari sistem ini diperoleh melalui pengambilan data tag RFID, dan menunjukkan bahwa data yang diterima sesuai dengan yang dikirim.

E. KONTRIBUSI
Bermanfaat, karena sangat efisien. Semua yang dikerjakan cepat mudah terdata karena memakai teknologi yang mudah dimengerti dan tidak menggunakan cara manual yang rumit.

F. CRITICAL THINKING
Menurut saya dampak positif dari sistem informasi rekam medis pada pasien ini sangat bagus untuk kedepannya, karna semakin lama dunia semakin maju dan berkembang begitupula dengan teknologi yang semakin lama semakin canggih. Dengan adanya ini kita tidak lagi  mendata riwayat pasien dan segala keperluarnnya dengan cara yang manual.

G. DAFTAR PUSTAKA
[1] Advance Card System Ltd, “Software Development Kit User
Manual ACR 120U Reader/Writer”, April 2006
Tugas Akhir - 2008
Fakultas Teknik Elektro Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi

[2] Advance Card System Ltd, “Technical Specification ACR 120
Reader/Writer”, April 2006

[3] Advance Card System Ltd, “Application Programming Interface
ACR 120U Reader/Writer”, November 2005

[4] Advance Card System Ltd, “Guidelines in Porting Applications
From ACR 120S to ACR 120U and Vice-Versa ACR 120U
Reader/Writer”, November 2005

[5] Antono Dwi Danardono,“RFID Sebuah Teknologi Identifikasi
Pengancam Privasi“ INOVASI Vol.1/XVI/Agustus 2004

[6] Digiware Tim, ”Aplikasi RFID Reader ID-10”

[7] Digiware Tim, ”Pembacaan Format Data RFID”

[8] Ebizzasia, “Menghadapi Tantangan RFID di Asia”, article,
volume III no. 27, Juni 2005

[9] http://id.wikipedia.org/wiki/RFID

[10] NXP, “MF1 IC S50 Functional Specification”, Product Data
Sheet, 15 Januari 2007

[11] Prasetyo Dwi Didik, ”Aplikasi Database Client-Server
Menggunakan Delphi dan MySQL”, Desember 2003

[12] Rais Fouqil, “Perancangan Perangkat Lunak untuk Penggunaan
Sistem RFID pada Jalan Tol Padaleunyi, Tugas Akhir”, 2006

[13] Technologies Savi, “Part 1: Active and Passive RFID: Two
Distinct, But Complementary, Technologies for Real-Time Supply
Chain Visibility”, White Paper

Senin, 25 April 2016

2KA22 : TUGAS 3 Manajemen Layanan Sistem Informasi (SOFTSKILL)



The Open Group Architecture Framework (TOGAF)
    Sejarah TOGAF
The Open Group Architecture Framework (TOGAF) adalah suatu kerangka kerja atau metode rinci dan satu set alat pendukung yang digunakan untuk mengembangkan suatu arsitektur enterprise. TOGAF dapat digunakan secara bebas oleh organisasi yang ingin mengembangkan suatu arsitektur enterprise yang akan digunakan dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Pada awalnya, TOGAF dikembangkan oleh anggota dari The Open Group, berasal dari forum architecture. Perkembangan awal dari TOGAF yaitu versi 1 yang dikeluarkan pada tahun 1995. Versi 1 TOGAF ini didasarkan pada Kerangka Arsitektur Teknis Manajemen Informasi (TAFIM), yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan AS (DoD). Departemen Pertahanan memberikan izin eksplisit kepada The Open Group untuk menciptakan TOGAF dengan membangun TAFIM yang merupakan hasil bertahun-tahun dari upaya proses pengembangan dengan investasi yang berasal dari pemerintah AS.

          Definisi TOGAF                                                   
TOGAF merupakan framework arsitektur-The Open Group Architecture Framework merupakan metode untuk merancang, mengevaluasi, dan membangun arsitektur yang tepat untuk suatu organisasi
Kunci untuk TOGAF adalah Metode Pengembangan Arsitektur (ADM), metode yang telah terbukti untuk mengembangkan suatu arsitektur enterprise IT yang memenuhi kebutuhan bisnis.

          Definisi Arsiektur
Definisi arsitektur yang digunakan dalam ANSI / IEEE Std 1471-2000 adalah: "Organisasi dasar dari sebuah sistem, yang diwujudkan dalam komponen-komponennya, hubungan mereka satu sama lain dan lingkungan, dan prinsip-prinsip yang mengatur desain dan evolusi."
Pada saat ini, TOGAF tidak benar-benar mengikuti ANSI / IEEE Std 1471-2000 terminologi. Dalam TOGAF, "arsitektur" memiliki dua makna tergantung pada penggunaan kontekstual nya:
1. Sebuah deskripsi formal dari suatu sistem, atau rencana rinci dari sistem pada       tingkat komponen untuk memandu pelaksanaannya
      2. Struktur komponen, hubungan antar komponen, dan prinsip-prinsip dan pedoman yang mengatur desain dan evolusi dari waktu ke waktu.
Dalam TOGAF mencakup keseimbangan antara mempromosikan konsep dan terminologi ANSI / IEEE Std 1471-2000 – yang memastikan bahwa penggunaan ini merupakan ketentuan yang ditetapkan oleh ANSI / IEEE 1471-2000 konsisten dengan standar.

          Jenis Arsitektur di dalam TOGAF (domain)
Ada empat jenis arsitektur yang secara umum diterima sebagai bagian dari arsitektur perusahaan secara keseluruhan, yang semuanya menggunakan TOGAF yang didukung:
1.      Business Process Architecture - mendefinisikan strategi bisnis, pemerintahan, organisasi, dan proses bisnis utama.
  1. Data Architecture - menjelaskan struktur aset data logis dan fisik organisasi dan sumber daya manajemen data.
  2. Aplication Architecture - menyediakan cetak biru untuk sistem aplikasi individu untuk digunakan, interaksi mereka, dan hubungan mereka dengan proses bisnis inti organisasi.
  3. Technical Architecture - menjelaskan software logis dan kemampuan perangkat keras yang diperlukan untuk mendukung penyebaran bisnis, data, dan layanan aplikasi. Ini termasuk infrastruktur TI, middleware, jaringan, komunikasi, pengolahan, standar, dll.
         Keuntungan dari Menggunakan TOGAF
Setiap organisasi berusaha untuk mendesain dan implementasi arsitektur enterprise untuk mendukung aplikasi bisnis mission-critical, dengan menggunakan blok bangunan sistem terbuka.
Suatu perusahaan yang merancang dan mengimplementasikan arsitektur enterprise menggunakan TOGAF dipastikan bahwa desain dan spesifikasi pengadaan yang akan sangat memudahkan implementasi sistem terbuka, dan akan memungkinkan manfaat dari sistem terbuka bertambah untuk organisasi mereka dengan menurunkan risiko.

Bagian Utama di dalam TOGAF
TOGAF terdiri dari tiga bagian utama:
1.      TOGAF  Architecture Development Method (ADM), yang menjelaskan cara untuk mendapatkan suatu arsitektur enterprise organisasi-spesifik yang membahas kebutuhan bisnis. ADM menyediakan:
·         Dapat diandalkan, terbukti dapat mengembangkan arsitektur
·         Views arsitektur yang memungkinkan arsitek untuk memastikan bahwa permasalahan kompleks dapat ditangani
·         Kaitan dengan studi kasus praktis
·         Pedoman alat untuk pengembangan arsitektur

Struktur Pengembangan Arsitektur TOGAF (ADM)
Penjelasan:
Puncak dari Phase A akan menjadi Statement of Architecture Work, yang harus disetujui oleh berbagai pemangku kepentingan sebelum tahap berikutnya. Output dari fase ini adalah untuk menciptakan sebuah visi arsitektur untuk dapat lulus dari siklus ADM. Analyst akan membimbing dalam memilih proyek, memvalidasi proyek terhadap prinsip-prinsip arsitektur yang telah dibuatkan pada Tahap Pendahuluan, dan memastikan bahwa para pemangku kepentingan telah diidentifikasi dan isu-isu mereka telah ditangani.
Visi Arsitektur dibuat dalam Phase A akan menjadi masukan utama sebagai tujuan pada Phase B. Pada Phasse B adalah untuk menciptakan baseline rinci, arsitektur target bisnis dan melakukan analisis lengkap dari kesenjangan yang terjadi. Phase B melibatkan pemodelan bisnis, analisis bisnis yang sangat rinci, dan dokumentasi persyaratan teknis. Kesuksesan Phase B memerlukan masukan dari banyak pihak. Outputnya akan menjadi penjelasan rinci tentang dasar dan tujuan target bisnis, dan deskripsi kesenjangan arsitektur bisnis.
Phase C untuk arsitektur sistem informasi, TOGAF mendefinisikan sembilan langkah
Phase D melengkapi arsitektur – teknik infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung arsitektur baru yang diusulkan. Fase ini selesai bila ada keterlibatan dengan tim teknis. Phase E  mengevaluasi berbagai kemungkinan pelaksanaan, mengidentifikasi proyek-proyek implementasi besar yang mungkin dilakukan, dan mengevaluasi peluang usaha yang berkaitan dengan proyek. Phase F berkaitan erat dengan Phase E. Pada fase ini, Analyst bekerja dengan Governance Body untuk mengurutkan proyek yang diidentifikasi dalam Phase E ke dalam urutan prioritas yang meliputi biaya, manfaat serta faktor-faktor risiko.

2.      The Enterprise Continuum, yang merupakan "gudang virtual" dari semua aset arsitektur, model, pola, deskripsi arsitektur, dll - yang ada baik di dalam perusahaan dan di industri TI pada umumnya, dimana perusahaan yang menganggap dirinya telah tersedia untuk mengembangkan arsitektur. 
3.      Resource Base, terdapat informasi mengenai guidelines, templates, checklists, dan latar belakng informasi. Selain itu, terdapat material pendukung yang dapat membantu arsitek di dalam penggunaan ADM.

 source by : http://harumindripermata.blogspot.co.id/2014/03/the-open-group-architecture-framework.html